CERENTI (4matanews) – Prosesi pengukuhan Datuk As’ari sebagai Datuk Bandaro Ghajo Suku Paliang Lowe berlangsung khidmat di Rumah Godang Suku Paliang Ghajo, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis (9/7/2026).
Acara adat tersebut dihadiri oleh anak cucu kemenakan Suku Paliang Ghajo dari 13 desa di Kecamatan Cerenti, Datuk Penghulu se Kecamatan Cerenti, para cerdik pandai, tuo kampung, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya. Seluruh rangkaian prosesi berlangsung dengan menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Pengukuhan Datuk Penghulu merupakan bagian dari tradisi adat masyarakat Melayu yang masih terus dipertahankan. Penetapan seorang Datuk Penghulu dilakukan berdasarkan garis keturunan dan ketentuan adat yang berlaku, sehingga tidak dapat dialihkan kepada pihak di luar hak adat yang telah ditetapkan.
Usai prosesi pengukuhan, Datuk As’ari Datuk Bandaro Ghajo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh anak cucu kemenakan serta seluruh tamu undangan yang telah hadir memberikan doa dan dukungan atas amanah yang kini diembannya.
“Terima kasih kepada seluruh anak cucu kemenakan yang telah hadir dalam acara pengukuhan gelar Datuk ini. Amanah ini merupakan tanggung jawab yang besar dan akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya demi menjaga persatuan serta kehormatan Suku Paliang Ghajo,” ujarnya.
Ia berharap seluruh anak cucu kemenakan Suku Paliang Ghajo, khususnya yang berada di Kecamatan Cerenti, senantiasa menjaga kekompakan, mempererat tali silaturahmi, serta saling mendukung dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, keberadaan Datuk Penghulu bukan hanya sebagai pemangku gelar adat, tetapi juga memiliki tanggung jawab membimbing kemenakan, menyelesaikan persoalan adat, menjaga persatuan kaum, serta melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.
Pada kesempatan tersebut, Datuk As’ari juga mengajak seluruh generasi muda untuk terus menjaga dan menghormati adat istiadat sebagai bagian dari jati diri masyarakat Melayu.
“Marilah kita bersama-sama menjaga nilai-nilai adat yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Sebagaimana pepatah adat mengatakan, Adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah. Nilai inilah yang harus terus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” pesannya.
Prosesi pengukuhan Datuk Penghulu tersebut menjadi simbol keberlanjutan kepemimpinan adat di lingkungan Suku Paliang Lowe sekaligus memperkuat komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian adat, budaya, dan persatuan di tengah perkembangan zaman. (red)












