TELUK KUANTAN, (4matanews) – Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), H. Saifullah Aprianto, meminta Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan sejumlah sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menurutnya berpotensi mengalami kebocoran apabila tidak diawasi secara ketat.
Menurut Saifullah, optimalisasi PAD menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kemampuan keuangan daerah. Karena itu, seluruh potensi penerimaan daerah harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Plt Bupati Kuansing Muhklisin harus benar-benar mengawasi sumber-sumber PAD yang rawan terjadi kebocoran. Jika pengawasannya baik, saya yakin target PAD bisa tercapai bahkan berpotensi melampaui target yang telah ditetapkan,” ujar Saifullah, yang juga merupakan Anggota Staf Khusus Bupati Kuansing nonaktif.
Ia menyebutkan beberapa sektor yang menurutnya perlu mendapat perhatian khusus, di antaranya pendapatan dari penyewaan alat berat, kendaraan berat, dump truck cold diesel, serta dump truck Fuso milik Pemerintah Kabupaten Kuansing.
Selain itu, Saifullah juga menyoroti penyewaan ruko dan kios milik pemerintah daerah. Menurutnya, tarif sewa perlu dievaluasi agar sesuai dengan nilai pasar dan seluruh penerimaan dapat tercatat secara optimal.
Sektor lain yang juga dinilai perlu diawasi adalah pengelolaan keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang menerapkan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga seluruh pendapatan dan pengeluarannya tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menjelang pelaksanaan Pacu Jalur, Saifullah juga menilai pengelolaan lapak pedagang perlu dilakukan secara transparan. Ia menegaskan bahwa setiap pungutan harus memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku.
Selain itu, ia meminta pemerintah daerah memperhatikan pengelolaan aset yang berpotensi menghasilkan PAD, seperti Hotel Kuansing milik Pemkab Kuansing di Pekanbaru, Wisma Jalur di Teluk Kuantan, serta pendapatan dari penjualan karcis pada objek-objek wisata yang dikelola pemerintah daerah.
Saifullah berharap seluruh potensi PAD tersebut dapat dikelola secara profesional, sehingga mampu meningkatkan penerimaan daerah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pembangunan Kabupaten Kuantan Singingi.
“Pengawasan yang baik akan memperkecil peluang terjadinya kebocoran penerimaan daerah dan pada akhirnya akan berdampak positif terhadap pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.(red)












