Gunung Toar, (4matanews) – Perhelatan Pacu Jalur Rayon IV di Tepian Datuk Bandaro, Pasar Gunung, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), yang akan digelar pada Jumat 24- 26 Juli 2026 mendapat perhatian istimewa
Seorang wisatawan asal Jerman, Muhammad Sabli, baru kali menginjak kaki di Kuantan Singingi Riau. Ia merupakan keluarga atlit dayung di negaranya. Kemudian ia hadir ke Kuansing untuk menyaksikan pacu jalur tradisional secara langsung, sekaligus akan mendokumentasikan tradisi budaya kebanggaan masyarakat Kuansing tersebut.
” Kehadiran Muhammad Sabli, yang dikenal sebagai pecinta sekaligus atlet dayung di negaranya, membuat pacu jalur rayon IV gunung Toar tahun ini menjadi istimewa” ujar Yurizar ketua pelaksana pacu jalur rayon IV Gunung Toar pada Kamis (23/7/2026).
Kedatangan wisatawan mancanegara itu menjadi daya tarik tersendiri. Banyak warga merasa bangga karena Pacu Jalur, yang merupakan warisan budaya khas Kuantan Singingi, semakin dikenal hingga ke mancanegara.
Muhammad Sabli mengaku sangat terkesan melihat langsung jalur-jalur yang berlabuh di sepanjang Sungai Kuantan. Menurutnya, perahu kayu tradisional dengan panjang puluhan meter tersebut merupakan pemandangan yang belum pernah ia temui di negaranya.
“Hari ini kami meninjau lokasi Pacu Jalur di Tepian Datuk Bandaro sekaligus bersilaturahmi dengan panitia dan tokoh masyarakat setempat. Besok kami akan menyaksikan dan meliput langsung perlombaan Pacu Jalur,” ujar juru bicara Muhammad Sabli kepada awak media.
Ia menambahkan, dokumentasi yang diperoleh selama berada di Kuansing akan dibawa dan diperkenalkan kepada masyarakat di Jerman sebagai bagian dari promosi budaya Indonesia.
“Besok kami akan meliput kegiatan Pacu Jalur ini untuk didokumentasikan dan diperkenalkan kepada masyarakat di Jerman setelah kami kembali nanti,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pacu Jalur Rayon IV, Yurizal, bersama Camat Gunung Toar Hendri dan seluruh panitia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Muhammad Sabli.
Camat Gunung Toar Hendri mengatakan, kehadiran wisatawan asal Jerman tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Gunung Toar maupun Kabupaten Kuantan Singingi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muhammad Sabli yang telah datang dari Jerman untuk menyaksikan dan meliput Pacu Jalur di Rayon IV Gunung Toar. Kehadiran beliau menjadi kebanggaan bagi masyarakat Gunung Toar dan Kuantan Singingi, sekaligus menjadi bukti bahwa Pacu Jalur semakin dikenal di tingkat internasional,” ujar Hendri.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan selama pelaksanaan Pacu Jalur.
“Kami berharap seluruh masyarakat sebagai tuan rumah dapat menjaga kekompakan, keamanan, dan ketertiban sehingga pelaksanaan Pacu Jalur Rayon IV dapat berlangsung lancar, aman, dan kondusif,” harapnya.
Pacu Jalur merupakan tradisi budaya masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi yang telah diwariskan secara turun-temurun dan kini semakin dikenal hingga ke mancanegara. Selain menjadi ajang perlombaan perahu tradisional, Pacu Jalur juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, persaudaraan, serta media promosi pariwisata dan budaya Kabupaten Kuantan Singingi kepada dunia. (red)












