KUANTAN SINGINGI – Penataan Kota Teluk Kuantan sebagai ibu kota Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dinilai sudah menjadi kebutuhan mendesak, terutama dalam mendukung keberlangsungan event budaya tahunan Pacu Jalur yang dipusatkan di kawasan Tepian Narosa.
Sebagai ikon budaya dan destinasi wisata kebanggaan masyarakat Kuansing, kawasan Tepian Narosa dinilai perlu ditata lebih modern, nyaman, dan representatif agar mampu memberikan kesan positif bagi wisatawan maupun masyarakat lokal. Selain itu Teluk Kuantan sebagai ibu kota kabupaten menjadi wajah Kabupaten Kuantan Singingi secara utuh.
Tokoh masyarakat Kenegerian Teluk Kuantan, H Saifullah Aprianto mengatakan, penataan wajah kota tidak hanya sebatas mempercantik kawasan perkotaan, namun juga menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan identitas daerah.
Menurutnya, setiap pelaksanaan event Pacu Jalur selalu dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Namun hingga saat ini, masih terdapat sejumlah infrastruktur penunjang yang dinilai belum memadai.
“Pacu Jalur adalah kebanggaan masyarakat Kuansing dan sudah mendunia. Tetapi kita juga harus jujur melihat kondisi di lapangan, masih banyak fasilitas penunjang yang perlu dibenahi agar pengunjung merasa nyaman saat datang ke Tepian Narosa,” ujar Saifullah Aprianto, Minggu (24/5/2026).
Ia menyoroti minimnya keberadaan toilet umum yang layak, area pedestrian yang nyaman bagi pejalan kaki, serta keterbatasan ruang parkir representatif ketika event budaya berlangsung.
Selain itu, pencahayaan di sepanjang kawasan Tepian Narosa juga dinilai masih perlu ditingkatkan, khususnya melalui pemasangan lampu penerangan dan lampu hias agar suasana kota terlihat lebih hidup pada malam hari.
“Ke depan kita berharap kawasan Tepian Narosa memiliki pedestrian yang tertata rapi, lampu-lampu hias yang indah di sepanjang tepian, area parkir yang luas dan tertib, serta toilet umum yang bersih dan memadai. Dengan begitu masyarakat dan wisatawan akan merasa nyaman menikmati suasana Pacu Jalur maupun wajah Kota Teluk Kuantan secara keseluruhan,” katanya.
Saifullah menilai, konsep penataan kota modern saat ini harus mulai mengarah pada konsep smart city atau kota cerdas, yakni kota yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga mampu memberikan pelayanan publik yang efektif, aman, nyaman, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, konsep smart city dapat diwujudkan melalui penataan kawasan publik yang terintegrasi, sistem penerangan yang baik, pengelolaan parkir yang tertib, ruang terbuka hijau, hingga fasilitas umum yang ramah bagi wisatawan dan masyarakat.
“Teluk Kuantan adalah wajah ibu kota kabupaten. Karena itu penataannya harus mencerminkan identitas daerah yang maju namun tetap mempertahankan nilai budaya lokal. Smart city bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana pemerintah mampu menghadirkan kota yang nyaman, tertib, bersih, aman, dan berbudaya,” ungkapnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah dapat menjadikan penataan Tepian Narosa sebagai prioritas pembangunan daerah karena kawasan tersebut merupakan pusat kegiatan budaya, olahraga tradisional, dan destinasi wisata unggulan Kabupaten Kuansing.
“Kalau kawasan ini ditata serius, dampaknya akan besar terhadap ekonomi masyarakat. UMKM tumbuh, wisata meningkat, dan citra daerah juga akan semakin baik di mata pengunjung luar daerah,” tutup Saifullah.












