KUANTAN SINGINGI , (4matanews) – Pacu Jalur Rayon IV di Tepian Datuk Bandaro, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, mendapat perhatian internasional. Sepasang atlet dayung asal Korea Selatan, datang langsung ke Kuansing untuk menyaksikan secara langsung tradisi budaya yang telah mendunia tersebut.
Tidak hanya menjadi penonton, sepasang atlet dayung asal Korsel itu juga merasakan langsung sensasi berpacu di atas jalur. Ia ikut mendayung bersama Jalur Ngiang Kuantan cahayo Nagori dari Desa Kampung Baru, Kecamatan Gunung Toar, sehingga merasakan sendiri semangat, kekompakan, dan adrenalin yang menjadi ciri khas olahraga tradisional kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi itu.
Kehadiran atlet asal Korea Selatan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi ribuan masyarakat yang memadati arena pacu jalur. Banyak penonton mengabadikan momen ketika bule asal Korsel itu bergabung bersama para anak pacu di atas jalur.
Camat Gunung Toar, Hendri Japrison menyambut baik kehadiran sepasang atlit dayung asal Korsel di arena Pacu Jalur Rayon IV. Menurutnya, kehadiran atlet internasional itu menjadi bukti bahwa Pacu Jalur semakin dikenal hingga ke mancanegara.
“Kami sangat bangga dan menyambut baik kedatangan atlet dayung asal Korea Selatan, yang datang langsung ke Kecamatan Gunung Toar untuk menyaksikan Pacu Jalur. Bahkan beliau tidak hanya menonton, tetapi juga ikut merasakan pengalaman berpacu bersama Jalur Ngiang Kuantan Cahayo Nagori, Ini menunjukkan bahwa Pacu Jalur memiliki daya tarik yang luar biasa dan mampu menarik perhatian dunia,” ujar Hendri Japrison
Ia berharap semakin banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Kuantan Singingi untuk menikmati keunikan budaya Pacu Jalur yang telah menjadi identitas masyarakat Kuansing.
“Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan, tetapi warisan budaya yang penuh nilai kebersamaan, sportivitas, dan gotong royong. Kami berharap ke depan semakin banyak wisatawan asing maupun domestik yang datang sehingga memberikan dampak positif bagi pariwisata dan perekonomian masyarakat Gunung Toar maupun Kabupaten Kuantan Singingi,” tambahnya.
Pacu Jalur sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Kuantan Singingi yang setiap tahunnya selalu menyedot perhatian ribuan penonton. Kehadiran atlet dayung dari Korea Selatan yang ikut merasakan langsung pengalaman berpacu menjadi bukti bahwa olahraga tradisional ini memiliki pesona yang mampu menembus batas negara dan semakin memperkuat posisi Pacu Jalur sebagai ikon budaya Indonesia di mata dunia. (red)




