KUANTAN SINGINGI, (4matanews)— Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mulai menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Pergerakan partai yang kini dinakhodai Rowandri dinilai mulai menunjukkan arah politik untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
Rowandri, yang dikenal sebagai pengusaha sekaligus pemilik sejumlah media online di Kabupaten Kuansing, disebut mulai melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah yang berpotensi menjadi basis dukungan politik Perindo ke depan.
Langkah tersebut dinilai cukup menarik. Ketika sejumlah partai politik lainnya belum terlihat secara terbuka menghidupkan mesin politik, Perindo Kuansing justru mulai membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk sejumlah kepala desa.
Sejumlah kepala desa disebut mulai diajak berdiskusi mengenai berbagai persoalan dan masa depan Kabupaten Kuansing.
Pendekatan tersebut belum tentu berkaitan langsung dengan kepentingan politik praktis. Namun, dalam peta politik daerah, komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat dan kepala desa dapat menjadi bagian dari upaya membangun jaringan sekaligus membaca aspirasi masyarakat dari tingkat paling bawah.
Ketua DPD Partai Perindo Kuansing, Rowandri, ketika dikonfirmasi menyebutkan bahwa komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat merupakan hal yang biasa dilakukan oleh seorang pimpinan partai politik.
Menurutnya, politik tidak semata-mata berbicara mengenai pemilu, tetapi juga bagaimana sebuah partai dapat memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kami membangun komunikasi dengan siapa saja, termasuk kepala desa, tokoh masyarakat dan berbagai elemen lainnya. Yang kami bicarakan bukan hanya soal politik, tetapi bagaimana melihat kondisi Kuansing dan apa yang bisa kita lakukan untuk kemajuan daerah,” ujar Rowandri, Selasa (6/10/2026)
Ia menegaskan, Perindo Kuansing ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, membangun partai tidak bisa dilakukan secara instan menjelang momentum pemilu, melainkan harus dimulai jauh-jauh hari dengan membangun komunikasi dan kepercayaan.
“Kalau kita ingin membangun kekuatan politik, tentu harus dimulai dari sekarang. Tetapi bagi kami yang paling penting adalah membangun hubungan dan kepercayaan. Politik itu bukan hanya datang ketika ada kepentingan, setelah itu pergi,” katanya.
Rowandri juga mengaku ingin menjadikan Perindo sebagai partai yang terbuka terhadap aspirasi masyarakat.
“Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi persoalan masyarakat di desa-desa. Apa yang mereka butuhkan, apa yang menjadi kendala pembangunan, termasuk bagaimana potensi desa bisa dikembangkan. Itu yang sedang kami petakan,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang kepala desa di Kecamatan Benai, Fikri, mengakui adanya komunikasi dengan Rowandri. Menurut Fikri, pembicaraan yang dilakukan lebih banyak menyangkut kondisi daerah dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Memang ada komunikasi dan diskusi. Kami berbicara tentang kondisi Kuansing, terutama bagaimana pembangunan ke depan bisa lebih menyentuh masyarakat desa. Pak Rowandri juga banyak bertanya tentang kondisi dan persoalan yang ada di lapangan,” ujar Fikri.
Fikri menilai komunikasi antara pimpinan partai politik dengan kepala desa maupun masyarakat merupakan sesuatu yang positif sepanjang dilakukan dalam koridor aturan.
“Bagi kami, siapa pun yang datang dan mau mendengar aspirasi masyarakat tentu kami sambut baik. Kepala desa tentu harus bisa menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Soal politik, itu ada mekanismenya sendiri,” katanya.
Pergerakan awal Perindo Kuansing tersebut kini mulai menarik perhatian. Apalagi, jika komunikasi yang dibangun Rowandri dilakukan secara konsisten hingga ke tingkat desa, bukan tidak mungkin jaringan tersebut akan menjadi salah satu modal politik Perindo dalam menghadapi pertarungan politik empat tahun mendatang.
Dengan waktu yang masih panjang, langkah Rowandri bisa dibaca sebagai upaya menanam benih politik lebih awal, membangun komunikasi, sekaligus memetakan potensi kekuatan di setiap wilayah.
Pertanyaannya, apakah langkah tersebut hanya sebatas membangun komunikasi dan menyerap aspirasi masyarakat, atau merupakan bagian dari strategi besar Rowandri untuk membawa Perindo menjadi kekuatan politik baru di Kuansing?
Peta politik Kuansing ke depan tentu masih sangat dinamis. Namun satu hal yang mulai terlihat, mesin politik Perindo Kuansing perlahan mulai bergerak.(red)












