Kuansing Miliki 4.155 Guru PNS dan PPPK, Literasi dan Numerasi Terus Membaik

KUANTAN SINGINGI, (4matanews) — Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, memiliki ribuan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri.
Berdasarkan data September 2026, jumlah guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada jenjang SD dan SMP negeri tercatat sebanyak 1.757 orang.

Sementara itu, tenaga berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berjumlah 2.074 orang, ditambah PPPK Paruh Waktu sebanyak 324 orang.
Dengan demikian, jumlah keseluruhan dari tiga kelompok tersebut mencapai 4.155 orang.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kuansing, Herizon, S.Pd., SD., MM., melalui Sekretaris Dinas, Zulmasman, S.Pd., MM., mengatakan bahwa dari sisi formasi dan kebutuhan guru pada masing-masing satuan pendidikan, instrumen untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kuansing dinilai telah memadai.

“Secara umum, dari sisi formasi dan kebutuhan tenaga pendidik di masing-masing satuan pendidikan, kondisi yang ada saat ini dinilai cukup memadai untuk mendukung proses pembelajaran. Namun, pemenuhan kebutuhan guru harus terus dievaluasi agar tetap sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Zulmasman.

Menurutnya, kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan merupakan hal yang dinamis. Seiring berjalannya waktu, jumlah tenaga yang tersedia dapat mengalami perubahan, terutama karena adanya pegawai yang memasuki masa pensiun.

“Ke depan, tentu akan ada tantangan dalam menjaga ketersediaan tenaga pendidik dan kependidikan. Salah satunya karena setiap tahun ada pegawai yang memasuki masa pensiun. Karena itu, perencanaan kebutuhan dan pemetaan tenaga pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak terjadi kekosongan guru pada satuan pendidikan tertentu,” katanya.

Ia menegaskan, ketersediaan guru tidak hanya dilihat dari jumlah keseluruhan, tetapi juga harus memperhatikan distribusi tenaga pendidik sesuai kebutuhan setiap sekolah, jenjang pendidikan, serta bidang studi yang diajarkan.

Dengan perencanaan yang baik, diharapkan proses belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal dan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kuansing terus meningkat.

Rapor Pendidikan 2025 Tunjukkan Perkembangan Positif

Selain ketersediaan tenaga pendidik, Zulmasman juga menyampaikan bahwa hasil Rapor Pendidikan tahun 2025 menunjukkan perkembangan positif bagi Kabupaten Kuansing, terutama pada indikator literasi dan numerasi.

Literasi merupakan kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis bacaan untuk memperoleh informasi serta menyelesaikan persoalan. Sementara itu, numerasi merupakan kemampuan menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk memecahkan persoalan dalam kehidupan sehari-hari serta berpikir secara logis.

“Berdasarkan hasil Rapor Pendidikan tahun 2025, Kuansing menunjukkan capaian yang lebih baik pada indikator literasi dan numerasi. Ini menjadi perkembangan positif karena kemampuan membaca, memahami informasi, dan menggunakan konsep matematika merupakan fondasi penting bagi peserta didik untuk mengikuti pembelajaran pada jenjang berikutnya,” ungkapnya.

Menurut Zulmasman, capaian tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui berbagai upaya yang berkesinambungan, mulai dari peningkatan kompetensi guru, penguatan metode pembelajaran, hingga evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik.

“Jumlah tenaga pendidik yang memadai harus diiringi dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga membimbing peserta didik agar mampu memahami informasi, berpikir kritis, bernalar, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia berharap, sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kuansing.

“Target kita bukan sekadar memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, melainkan memastikan setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas. Dengan begitu, peningkatan literasi dan numerasi dapat terus berlanjut dan menjadi bekal bagi generasi muda Kuansing dalam menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *